Kecanduan Belanja Termasuk Kategori Gangguan Jiwa

Kecanduan Belanja Termasuk Kategori Gangguan Jiwa

Kecanduan Belanja Termasuk Kategori Gangguan Jiwa

6883678 20180112122544 - Kecanduan Belanja Termasuk Kategori Gangguan Jiwa

Kecanduan Belanja Termasuk Kategori Gangguan Jiwa – Tak mengenal status maupun jenis kelamin, aktivitas berbelanja menjadi kegemaran hampir setiap orang.

Bahkan beberapa diantara mereka yang gemar berbelanja, tidak memikir panjang menghabiskan pundi-pundi rupiah hasil kerja untuk menyalurkan hasrat semata.

Tapi, dari hasil penelitian menunjukkan, kecanduan belanja bisa dikategorikan sebagai gangguan jiwa. Maklum, ketika orang terlalu banyak belanja awalnya memang senang. namun akhirnya, mereka juga akan pusing dengan tagihan kartu kredit yang melejit.

“Sudah saatnya, kecanduan belanja bisa dikategorikan sebagai gangguan jiwa. Itu akan memudahkan bagi ahli jiwa untuk memberikan perawatan dan mendiagnosis metode yang tepat untuk menyembuhkannya,” ujar Profesor Astrid Muller, psikolog klinis dari Sekolah Medis Hannover di Jerman, dilansir Daily Mail.

Hal yang sama diungkapkan Aniko Maraz, peneliti spesialis berbelanja di Universitas Humboldt, Berlin. Saat ini, sambung dia, publik perlu mengetahui strategi pencegahan agar orang bisa tidak mengalami kecanduan berbelanja.

Gangguan kecanduan belanja itu disebut dengan compulsive buying disorder (CBD) yang dianggap sebagai gangguan kontrol. Itu bisa menyebabkan orang menjadi kleptomania dan orang bisa cenderung mencuri untuk memenuhi hasrat belanjanya. Orang yang mengalami kecanduan berbelanja memicu peningkatan kekhawatiran.

Para peneliti menyatakan, enam persen dari populasi di bumi mengalami kecanduan belanja. Mereka tidak bisa mengontrol keinginan berbelanja dan menghabiskan uang. Enam dari orang yang kecanduan belanja adalah perempuan.

Diakui konsultan properti Samantha Simon, 53, memang suka berbelanja. Kecintaannya membeli baju dan sepatu mengakibatkan dia harus menanggung hutang kartu kredit senilai 20 ribu poundsterling.

“Sejak usia 20 tahun, saya sudah terbiasa berbelanja di Harrods atau Harvey Nichols,” ujarnya.

Saat berbelanja, ungkap Samantha, dia kerap tidak berpikir tentang uang yang dihabiskannya. Selalu ada perasaan senang ketika bisa membeli sesuatu.

“Saya seperti selalu tampil baik dan seperti yang saya idam-idamkan ketika membeli baju dan sepatu,” ucapnya.

Menurut psikolog Anna Albright, segala bentuk kecanduan menjadi masalah bagi kehidupan. “Banyak orang terjebak dengan iklan dan email pemasaran. Terlalu mudah untuk membeli barang secara online dan tinggal mengklik. Itulah kesenangan berbelanja,” katanya.

Apa solusi jangka pendek? Anna menyarankan orang yang kecanduan untuk tidak berlangganan newsletter dari toko dan berhenti membeli majalah yang memajang banyak iklan