Kerajinan Kulit Asal Banyuwangi Tembus Pasar Ekspor

Kerajinan Kulit Asal Banyuwangi Tembus Pasar Ekspor

Kerajinan Kulit Asal Banyuwangi Tembus Pasar Ekspor

Kerajinan Kulit Asal Banyuwangi Tembus Pasar Ekspor– Ular, mungkin dianggap satwa yang menakutkan. Namun bagi sebagian orang justru memiliki nilai estetis dan ekonomis untuk dikembangkan menjadi aksesoris mewah. Seperti yang dilakukan oleh Muhamad Rofiq, warga Desa Lemahbang Dewo Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi.

Di tangannya, kulit ular diolah menjadi produk fashion berkelas seperti tas dan dompet yang bernilai tinggi. Bahkan, karyanya sudah menembus pasar Asia dan Eropa.

“Pak Anas mengajak saya pulang kampung, membangun industri. Pilihannya ya industri produk kulit ular,” ujar Rofiq, saat ditemui di rumahnya di kawasan Perumahan Citra Garden, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, Jumat 14/08/20.

Jika berbelanja di butik tas mewah di Korea Selatan, atau negara di Eropa, bukan tidak mungkin kamu sedang menaksir tas cantik buatan Banyuwangi Leather yang didirikan Rofiq sejak 2013 di kampung tempat ia dibesarkan.

“Baru saja saya menyelesaikan pesanan 3.000 tas dari Samsung, Korea Selatan,” ujar Rofiq, Tak sedikit pelanggan dalam negeri yang melihat model tas yang dipesan Samsung, ikut tertarik untuk membeli. Namun tak jarang, Rofiq terpaksa menolak. “Model, desain memang khusus dibuat sesuai keinginan pemesan,” kata bapak dua anak ini.

Rofiq juga sibuk menerima pesanan dari pemegang merek dunia. “Mereka pesan dengan model yang baku, kontrol kualitas yang ketat,” cerita ia. Rofiq punya pelanggan yang memiliki hobi mengoleksi tas seharga ratusan juta, bahkan miliaran. “Ketika saya buatkan tas yang sama, dengan bahan yang sama, dijahit khusus di luar negeri tempat asal merek itu, dia komentar, bahwa kualitas produk yang saya hasilkan sama persis dengan harga tas miliaran itu,” jelasnya.

Bahan baku yang mudah dicari membuat industri ini cepat berkembang dia mengaku menghasilkan 1.000 sampai 3.000-an tas dalam beragam model, mulai dari model Birkin ala Hermes, tote bag, sampai tas untuk pesta yang dipercantik dengan hiasan bebatuan. Warna-warna cerah diaplikasikan pada tas, sehingga terlihat ngejreng.

Rofiq mengolah ratusan lembar kulit ular yang dibelinya dari berbagai daerah di Kalimantan dan Sumatera di samping rumahnya. “Bahan sih banyak, jadi sejauh ini tidak ada kesulitan,” ujar Rofiq. Rofiq mengaku mendapat modal untuk mendirikan usaha ini berkat kerja di Bali.

Bahan baku kulit ular sudah memiliki izin

Kulit ularnya sudah ada izin. Di Kalimantan dan Sumatera banyak, berlebih ular,” kata Nanik. Kecamatan Rogojampi memiliki sejumlah industri unggulan dan industri kerajinan kulit ini menjadi salah satu yang berpotensi besar. “Tenaga kerja masih relatif murah. Anak-anak muda ini mau belajar dan menjaga produksi, ujar Nanik.

Rofiq benar-benar menjaga kualitas produk yang dihasilkannya. Tidak hanya kulit yang harus dalam kualitas prima, ia juga menggunakan asesoris terbaik. Harga jual produk pun bervariasi. Dompet kulit misalnya, dijual dengan harga Rp350.000-an. Tas tergantung model dan ukuran, mulai dari Rp600.000 sampai Rp10-an juta. “Kalau di Jakarta, ini sudah berlipat-lipat harganya,” kata Nanik.

Bupati Anas tengah mendorong berkembangnya industri yang bisa menunjang pariwisata di kabupaten yang tadinya tak pernah dilirik baik pengunjung, terlebih investor itu.

“Kalau ada 20 persen dari kegiatan rapat maupun konferensi tingkat nasional dialihkan ke
Banyuwangi, pariwisata bisa berkembang, hotel penuh, dan tentu saat di sini mereka
membelanjakan uangnya untuk industri lokal,” kata Anas. Belanja produk tas kulit adalah salah satu pilihan. Kamu bakal merasa bangga memakai produk berkualitas bikinan perajin lokal seperti Rofiq.